Jumat, 06 Januari 2012

Mengukur Kapasitas Paru

MENGUKUR KAPASITAS PARU




A.    Dasar teori
Spirometry adalah alat yang digunakan untuk mengukur kapasitas udara di paru-paru. Standar dan acuan yang dipakai adalah nilai normal faal orang indonesia (penumobile project indonesia / PPI 1992). Pada penyakit-penyakit resriktif, spirometri biasanya memperlihatkan penurunan kapasitas vital dan kecepatan aliran yang normal, walaupun kadang-kadang kecepatan aliran akan berkurang secara proporsional terhadap berkurangnya kapasitas vital. FEV1 mungkin berkurang pada kelainan restriktif, sebaliknya FEV1/VC umumnya normal pada kasus-kasus tersebut.
Spirometri sebelum dan sesudah latihan berguna untuk kepastian diagnosis exercise induced asma (asma yang terjadi karena aktivitas fisik). Pada penderita-penderita yang menjalani penilaian untuk kemungkinan penyakit Hypersensitif jalan nafas, spirometri setelah inhalasi obat kholinergik atau bahan alergen mungkin akan mengarah ke diagnosis spesifik. Beberapa keuntungan pemeriksaan spirometri :
a.       sederhana, murah, cukup sensitif, akurasi tinggi
b.      spirometri memegang peranan penting dalam pemantauan fungsi paru, namun dimikian harus diperhatikan :
Ø  pemberian aba-aba pemeriksa.
Ø  sikap/ posisi ukur.
Ø  cara ukur melakukan perintah pemeriksa.
Ø  kepatuhan cara ukur sangat penting untuk keberhasilan dari akurasi hasil pengukuran.

Parameter pengukuran kapasitas paru ( spirometer ) :
a.       Vital Capasity ( CV ) : Kapasitas Vital
adalah volume udara maksimum yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
b.      Forced Vital Capasity ( FVC )
adalah volume udara maksimum yang dapat dimasukkan dalam paru-paru dan secara paksa serta cepat mengeluarkannya semaksimum mungkin.
c.       Forced Expiratory Volume in First Second ( FEV1 )
adalah volume udara yang dikeluarkan pada detik pertama dimulai dengan hembusan nafas kuat pada pernafasan penuh.
            Pengukuran kapasitas paru disebut NORMAL, bila :
                                    FVC ≥ 70% dan FEV1 ≥ 80%
                                    Rasio FEV1 / FVC = 75 – 80%

            Sedangkan pengukuran kapasitas paru disebut TIDAK NORMAL, bila :
                                    OBSTRUCTIVE         :  FEV1 < 80%
                                    RESTRUCTIVE          :  FVC < 70%
                                    COMBINATION         :  FVC < 70% dan FEV1 < 80%

B.     Tujuan
Mengetahui cara kerja alat untuk mengukuran kapasitas paru dengan Spyrometri

C.    Alat dan Bahan
Alat :
a.       Spirometer
b.      Penjepit hidung
c.       Printer
d.      Daya listrik
e.       Timbangan badan dengan ketelitian 0,1 kg, untuk mengukur berat badan (BB)
f.       Meteran gulung (microtoise) untuk mengukur tinggi badan (TB)
Bahan:
a.       Kertas struk printer
b.      Mounpase

D.    Cara Kerja
a.       Mengecek kelengkapan alat
b.      Merangkai alat dan kelengkapan
c.       Memasang transduser/saringan
d.      Menghidupkan power dengan menekan TOMBOL ON
e.       Tekan tombol ID : KETIK Nomor urut
f.       Tekan tombol : ENTRY
g.      TEKAN TANDA / TOMBOL : JENIS KELAMIN / Sex : Male or Female
h.      Tekan tombol : ENTRY
i.        KETIK : Umur
j.        Tekan tombol : ENTRY
k.      KETIK : Tinggi Badan ( TB=cm )
l.        Tekan tombol : ENTRY
m.    Ketik : Berat Badan ( BB=kg )
n.      Hidung ditutup dengan penutup hidung ( penjepit ) supaya udara tidak melewati hidung dan pastikan tidak bocor
o.      Sebelum dimulai pengukuran, responden latihan bernapas terlebih dahulu, bernapas melalui mulut sebanyak 3-4 kali, kemudian tarik napas sampai penuh dan hembuskan sekuat tenaga, diulang sebanyak 3 kali
p.      Dihidupkan VC = bernapas pelan hingga 3-4 kali bernapas penuh kemudian dihembuskan sekuat mungkin sampai 3 kali
q.      Dihidupkan FVC = bernapas penuh langsung hembuskan sebanyak 3 kali
r.        Tekan tombol STOP
s.       Muncul Gambar Grafik
t.        Printer dihidupkan ( ON )
u.      Tekan tombol PRINT
v.      Untuk mengeluarkan kertas tekan tombol FEED
w.    Mematikan alat dengan menekan tombol OFF



Tidak ada komentar:

Posting Komentar